Minggu, 12 Maret 2017
Perbedaan Penggunaan Coil Rapat dan Renggang
Advertisement
Perbedaan Penggunaan Coil Rapat dan Renggang
Perbedaan Penggunaan Coil Rapat Dan Renggang
Tentang Volume
Coil yang dibuat renggang memiliki jarak optimal yang aka membuat liquid bisa tertampung banyak pada permukaan kapas. Cairan memiliki meniscus pada suatu objek padat bila meniscus antar kaat bertemu, kohesifitas cairan kan membuat volume liquid pada permukaan kapas menjadi lebih banyak dibandingkan volume yang terdapat pada celah coil yang rapat atau terlalu renggang.
Tentang Flavour dan Cloud
Gambar di atas menjelaskan bahwa coil yang dibuat renggang akan menghasilkan flavor yang lebih nendang dibandingkan dengan coil yang rapat tetapi untuk cloud (Vapor) lebih sedikit. Hal ini karena coil yang di buat renggang, permukaan coil yang menyentuh kapas lebih sedikit.
Perbedaan Penggunaan Coil Rapat dan Renggang (Spacing)
Dari pengalaman yang sudah saya coba untuk coil renggang dengan ukuran 26 AWG dengan mode watt, flavour yang didapatkannya pun sama dengan yang dibuat rapat. Berbeda jika kita menggunakan kawat dengan ukuran yang lebih besar seperti 24 AWG dan mode yang digunakan Temperature Control (TC), Flavournya lebih nendang.
Tentang Kapas (WICK)
Seumpama antara pengguna coil rapat dan renggang sama-sama terkena dryhit, kapas mana yang dapat putus terlebih dahulu? Kalau menurut saya yang putus duluan adalah coil rapat. Karena panas yang dihasilkan coil hanya terpusat pada satu titik saja, berbeda dengan coil yang dibuat renggang, panasnya tersebar rata.
Berapa jarak space yang paling optimal apabila ingin pakai coil renggang jika dihitung dalam milimeter? Saya tidak tahu pastinya, saya gak pernah ngukur pakai penggaris dan saya kalau membuat coil renggang cuma pakai insting saja. Jadi silahkan berkreasi sendiri.
Perbedaan Penggunaan Coil Rapat Dan Renggang
Tentang Volume
Coil yang dibuat renggang memiliki jarak optimal yang aka membuat liquid bisa tertampung banyak pada permukaan kapas. Cairan memiliki meniscus pada suatu objek padat bila meniscus antar kaat bertemu, kohesifitas cairan kan membuat volume liquid pada permukaan kapas menjadi lebih banyak dibandingkan volume yang terdapat pada celah coil yang rapat atau terlalu renggang.
Tentang Flavour dan Cloud
Gambar di atas menjelaskan bahwa coil yang dibuat renggang akan menghasilkan flavor yang lebih nendang dibandingkan dengan coil yang rapat tetapi untuk cloud (Vapor) lebih sedikit. Hal ini karena coil yang di buat renggang, permukaan coil yang menyentuh kapas lebih sedikit.
Perbedaan Penggunaan Coil Rapat dan Renggang (Spacing)
Dari pengalaman yang sudah saya coba untuk coil renggang dengan ukuran 26 AWG dengan mode watt, flavour yang didapatkannya pun sama dengan yang dibuat rapat. Berbeda jika kita menggunakan kawat dengan ukuran yang lebih besar seperti 24 AWG dan mode yang digunakan Temperature Control (TC), Flavournya lebih nendang.
Tentang Kapas (WICK)
Seumpama antara pengguna coil rapat dan renggang sama-sama terkena dryhit, kapas mana yang dapat putus terlebih dahulu? Kalau menurut saya yang putus duluan adalah coil rapat. Karena panas yang dihasilkan coil hanya terpusat pada satu titik saja, berbeda dengan coil yang dibuat renggang, panasnya tersebar rata.
Berapa jarak space yang paling optimal apabila ingin pakai coil renggang jika dihitung dalam milimeter? Saya tidak tahu pastinya, saya gak pernah ngukur pakai penggaris dan saya kalau membuat coil renggang cuma pakai insting saja. Jadi silahkan berkreasi sendiri.
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)

Tidak ada komentar :
Posting Komentar